5 Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula

oleh -383 views

Berbagiruang.com – Belakangan ini investasi tengah marak dibicarakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Termasuk kalangan muda, salah satunya. Keahlian dalam berinvestasi sejatinya tidak dapat didapatkan secara instan.

Seseorang perlu belajar dari berbagai sumber valid tentang investasi ini, menggeluti dunia investasi dalam waktu lama sehingga memiliki pengalaman yang banyak. Beberapa diantaranya juga menempuh pendidikan tentang investasi ini agar ahli dalam bidang tersebut.

Untuk memulai investasi sendiri, kamu tidak perlu menunggu sampai jadi ahli dalam bidang tersebut lho. Kamu juga tidak akan menjadi ahli dalam bidang ini, kalau kamu tidak pernah mencobanya!

Nah, untuk kamu para pemula. Ini dia beberapa jenis investasi yang cocok untukmu :

Reksadana

Jenis investasi pertama yang cocok untuk pemula adalah Reksadana. Kamu pastinya sudah tidak asing lagi bukan dengan instrumen investasi yang satu ini?

Berdasarkan laman sikapiuangmu.ojk.go.id, Reksadana sendiri merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi (MI). Untuk jenis reksadana ini sendiri bermacam-macam, berdasarkan jenis instrumen investasi dan juga tingkat resikonya. Secara umum ada 4 jenis reksadana yakni,

  • Reksadana Pasar Uang : Sesuai dengan namanya. Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang melakukan investasi pasar uang dengan masa jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun. Dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya, jenis inilah yang memiliki resiko paling rendah. Sangat cocok untukmu tipe risk avoider.

Untuk jenis instrumennya sendiri, dapat berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

  • Reksadana pendapatan tetap : Merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan minimal 80% dari aktivanya dalam jenis investasi berupa obligasi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat return yang lebih stabil. Untuk resikonya sendiri lebih besar dibandingkan RDPU (Reksadana Pasar Uang).
  • Reksadana Campuran : Jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam berbagai jenis portofolio yang bervariatif. Instrumen investasinya dapat berupa saham yang dikombinasikan dengan obligasi. Tujuannya tentu saja untuk menunjang pertumbuhan harga dan juga pendapatan.
  • Reksadana saham : jenis reksadana yang mengalokasikan aktivanya minimal 80% di pasar saham. Memiliki potensi return yang lebih tinggi. Namun, sebanding dengan resikonya yang juga lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana lainnya.

Untuk keuntungan investasi reksadana sendiri adalah :

  • Modal investasi yang lebih kecil sehingga cocok untuk pemula, bisa mulai dari 100 ribuan saja.
  • Sudah terdiversifikasi. Bisa Anda memilihnya sesuai dengan profil risiko.
  • Fleksibel : dapat digunakan sebagai sarana investasi jangka panjang, menengah, atau pendek.
  • Transparan, ada laporan yang dapat kita terima setiap hari.
  • Memiliki hasil investasi neto.
  • Praktis.

Beberapa jenis platform investasi reksadana terpercaya antara lain adalah :

  • Bibit
  • Bareksa
  • Ajaib
  • Bukareksa
  • Tokopedia
  • Tanam Duit, dan lain sebagainya.

Untuk para pemula sendiri, Reksadana merupakan jenis investasi yang paling cocok untuk kamu gunakan.

Deposito Berjangka

Jenis investasi kedua yang cocok untuk para pemula adalah deposito berjangka. Deposito berjangka sendiri merupakan simpanan yang penarikannya dapat dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu. Bisa 1, 3, 6, 12 hingga 24 bulan. Untuk bunganya sendiri tergantung pada ketentuan, peraturan dan juga kebijakan tiap bank.

Keuntungan berinvestasi dengan deposito :

  • Sertifikat deposito tersebut dapat dijadikan agunan atau jaminan.
  • Suku bunganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk simpanan lainnya.
  • Mempermudahmu untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito.
  • Dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) sehingga lebih aman terpercaya.

Saham

Jenis investasi selanjutnya adalah saham. Saham sendiri merupakan suatu bukti kepemilikan sebagian modal suatu perusahaan. Jenis saham, secara garis besar ada  yakni : saham biasa (common stock)  dan saham preferen (preferred stock).

Investasi jenis saham ini bisa dibilang cukup cocok untuk para pemula. Kamu bisa belajar untuk berinvestasi dalam saham ini. Investasi ini sendiri merupakan jenis investasi yang cukup populer karena tingkat keuntungannya yang cukup tinggi. Harga saham sendiri tergantung pada kondisi pasar dan juga kondisi perusahaan. Namun, sejalan dengan tingkat keuntungannya yang tinggi. Resiko investasi saham ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Di Indonesia sendiri, untuk dapat membeli saham. Kamu harus mendaftar jadi investor terlebih dahulu pada perusahaan efek dengan membayarkan sejumlah uang sebagai deposit. Perusahaan efek tersebut adalah Bursa Efek Indonesia (IDX).

Cara lainnya untuk melakukan pembelian saham adalah melalui pialang saham. Seperti perusahaan Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, UBS Sekuritas Indonesia, CGS CIMB Sekuritas Indonesia, Maybank Kim Eng Sekuritas, dan berbagai perusahaan sekuritas lainnya.

Untuk pembelian saham sendiri biasanya jumlah pembelian minimal dalam Bursa Efek Indonesia yaitu sebesar 1 lot atau 100 lembar. Jadi, semisal kamu ingin membeli saham PT AXZ yang per lembarnya harganya Rp 5000. Maka, sekali pembelian kamu harus mengeluarkan Rp 500.000.

Obligasi

Jenis investasi selanjutnya adalah obligasi. Obligasi sendiri merupakan surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi ini sendiri berisi janji dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Jenis obligasi sendiri dibagi menjadi 3 yakni : Obligasi Pemerintah, Obligasi Korporasi, dan Obligasi Ritel. Keuntungan berinvestasi dalam obligasi ini antara lain adalah :

  • Kamu bisa mendapatkan return secara berkala sebagai return atas investasi.
  • Memperoleh capital gain saat menjual obligasi.
  • Ada banyak pilihan efek yang bisa dipilih oleh investor di pasar sekunder.
  • Adanya penawaran keuntungan maksimal dengan tingkat resiko yang amat minim.
  • Obligasi yang berbentuk surat utang ini dapat dijadikan sebagai agunan untuk mengambil pinjaman di bank atau membeli bursa di efek.

Untuk melakukan pembelian obligasi sendiri dapat dilakukan dengan dua cara yakni melalui pasar perdana dan pasar sekunder.

Properti

Selanjutnya, ada investasi dalam bidang properti. Untuk jenis investasi ini sendiri memiliki tingkat return yang cukup besar di masa mendatang. Hanya saja, diperlukan modal yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya (seperti reksadana contohnya, yang bisa dimulai dari yang 100 ribuan saja).

Menurut KBBI sendiri, property adalah harta berupa tanah, bangunan, serta sarana dan prasarana yang tidak terpisahkan dari tanah hak milik atau bangunan yang dimaksud.

Keuntungan investasi properti :

  • Aset tersebut bisa kamu jadikan sebagai hunian atau bisa disewakan.
  • Nilainya bisa naik berkali-kali lipat, sejalan dengan perkembangan wilayah.
  • Bisa menjadi passive income yang menjanjikan.

 

Nah, itulah beberapa jenis investasi yang cocok untukmu yang masih pemula. Kira-kira instrumen investasi mana yang kamu inginkan?

Semoga artikel diatas bermanfaat ya,